Sekilas Info

Adik-adik,
TamanKecil.com membuka tempat yang dibuat khusus untuk kalian yang masih duduk di bangku SD ataupun SMP tapi sudah mulai hobi main internet.

Di tempat ini kalian bisa membaca karya kawan-kawan kalian dan bisa mengirimkan karya buatan sendiri berupa tulisan, bisa itu karangan bebas, puisi, pengalaman lucu dan lain-lain.
Cara pengirimannya mudah saja.

  • Login (Jika belum terdaftar, silahkan mendaftar terlebih dahulu.)
  • Klik "Kirim Karya Tulis" pada "Menu Anggota" yang terletak di bagian kiri.
  • Isi Judul, Teks Intro dan Teks Utama.
  • Jika sudah selesai, klik icon yang bergambar disket.

Jika kalian mengalami kesulitan, dapat mengirimkan email ke redaksi tamankecil.com yaitu Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Selamat berkarya. 

 

Form Login

GELANG YANG MEMBERI UNTUNG PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh JEANETTE KARINA   
Kamis, 13 September 2001
" Yeni, bangun ! Sudah siang ! " teriak Sari, ketika melihat adiknya tertidur lagi. Setiap hari selalu begitu. Sari adalah seorang anak cerdas yang kalau lagi galak bisa membuat sebuah rumah hancur berkeping - keping. Sedang Yeni seorng anak yang sebenarnya pandai,

tapi kalau lagi malas bodohnya bukan main. Mereka keluarga sedehana di sebuah komplek perumahan mewah. Hari ini lain dari biasanya, Sari terlambat bangun sehingga Yeni membangunkannya. " Kak, bangun ! Nanti terlambat ke sekolah !" teriak Yeni. " Apa kamu tidak salah ?" seru Sari ketika melihat adiknya sudah berpakaian rapi. " Tidak !" jawab Yeni. " Inikan hari Minggu !" balas Sari. Yeni merasa malu. Sari tertawa lalu disusul tawa Yeni. Tiba-tiba Ting.. Tong.. suara bel pintu berbunyi. Yeni membukakan, ternyata ibu. " Hai, anak-anak ! Bantu ibu bawa belajaan ! " kata ibu. " Ya, Bu ! " kata Sari.

Setelah semua belanjaan selesai di bereskan, ibu bercerita. " Anak-anak, Tante Yosi akan datang. Dia teman SMA ibu dulu. Sekarang dia tinggal di Sukabumi. Katanya ia ingin berlibur di Jakarta. Makanya ia meminta ijin untuk menginap di rumah kita. " cerita ibu. " Boleh, Bu ! Asal kamarku tidak digusur ! " kata Sari bercanda. " Baiklah, tante Yosi akan datang hari Sabtu ! " lengkap ibu. " Wah, besok, dong ! Tante Yosi sudah tahu rumah kita ?" tanya Yeni. Ibu menjawab dengan anggukkan. Hari yang di tunggu tiba, Yeni tak sabar menunggu bel pintu berbunyi. Tiba-tiba Ting.. Tong.. , ibu segera membuka pintu. " Hai, Yosi ! Akhirnya kamu sampai juga !" seru ibu. Tante Yosi masuk, lalu ibu memperkenalkan Yeni dan Sari. Setelah cukup lama berbincang -bincang, Sari mengantar Tante Yosi menuju kamar.

 Yeni sangat kagum pada tante Yosi. Pakaiannya bagus-bagus, orangnya cantik, suka bercanda, dan hal lain yang membuat Sari dan Yeni menyukainya. Setiap hari hubungan mereka bertambah dekat. Tapi dibalik semua itu, tersimpan maksud jahat yang akan menjadi kegemparan. Suatu siang, Sari membuatkan tante Yosi gelang ronceannya sendiri yang bila digoyang-goyang akan berbunyi. Tante Yosi amat senang, setiap hari gelang itu dipakainya. Hingga suatu malam larut Tante Yosi keluar dari kamarnya dan mengendap-endap menuju kamar Sari. Tante Yosi masuk, lalu menutup pintunya pelan-pelan. Tante Yosi tahu dimana biasanya Sari menyimpan uangnya. Sebenarnya Sari terbangun tetapi ia tak dapat membuka matanya. Tante Yosi membuka laci meja Sari, tanpa sengaja gelangnya berbunyi. Dengan segera ia keluar kamar dan kembali ke kamarnya. Esoknya, pagi-pagi sekali Tante Yosi sudah pergi. Ia hanya meninggalkan secarik kertas. Sari terbangun ketika tante Yosi baru saja pergi. Sari segera menuju ke kamar Tante Yosi. Ketika tiba ia kaget, lalu segera membaca surat.

Ternyata isinya bahwa tante Yosi hanya pergi ke pasar. Benar, tasnya masih ada. Ketika hari mulai siang, tante Yosi pulang membawa banyak belanjaan. Sari mendapat baju warna ungu dengan hiasan bunga tulip. Yeni mendapat pita rambut bergambar beruang dan sebuah jepitan beruang. Ibu mendapat celemek masak berwarna merah jambu. Hari mulai sore, ibu sedang membuat masakan spesial. Ketika hidangan matang, Kring…… telepon berbunyi. Ternyata ayah, ia mengabarkan bahwa nanti ia pulang terlambat. Sari dan Yeni keluar dari kamar, dan langsung menghampiri meja makan. Di situ tersedia ikan bakar, ayam panggang, dan makanan mewah lainnya. " Sayang ayah pulang malam !" guman Yeni. Setelah makan Sari masuk kamar, ingin menghitung uangnya. Sebab besok ibunya berulang tahun. sari membuka laci mejanya, ia mencari amplop uangnya. Lama ia mencari, hasilnya sia-sia. Ia keluar kamar. " Yeni, lihat amplop uangku tidak ? " tanya Sari berteriak. "Tidak !" jawab Yeni. " Ada apa sih?" tanya ibu. Sari menceritakan semua yang ia alami. Tante Yosi juga mendengarkan. " Memang kamu perlu sekali uang itu? " tanya tante Yosi. Sari menggangguk. " Tante bisa pinjamkan !" " Tak usah ! Merepotkan saja !" kata Sari.


Akhirnya Sari dan Yeni tidak dapat membelikan hadiah untuk ibunya. Uang itu adalah hasil kerja keras mereka. Mereka menyisihkan uang jajan untuk itu. Esoknya, pagi-pagi sekali suasana rumah sudah ramai. ternyata uang gajian ayah hilang. Ya, itu pasti ulah tante Yosi. Ibu merasa bersalah. Sari dan Yeni mulai curiga dengan ulah tante Yosi. Hingga suatu hari mereka membuat rencana tak terduga. Ibu dan ayah juga mereka beri tahu. Pagi hari sebelum ayah berangkat kerja, dengan diam-diam Yeni meminjam uang Rp 200.000,00 dari ayah. Setelah ayah berangkat, mereka mulai beraksi. " Tante Yosi, sini deh !" panggil Yeni dari ruang tamu. 'Ada apa sih ? Kok kelihatannya senang sekali !" jawab Tante Yosi sambil mendekati Yeni. "Aku diberi uang Rp 200.000,00 sama ayah ! " kata Yeni. " Ia ! Itu untuk kami berdua ! " tambah Sari. " Aku akan menyimpannya di laci !" Di dalam benak tante Yosi terdapat sebuah rencana jahat. Malam tiba Sari dan Yeni tidur duluan. Yeni tidur di kamar Sari. Yeni tidur dulu, sedang Sari berjaga-jaga. Begitu diluar mulai sepi, Sari dan Yeni mulai waspada. Mereka tahu pasti nanti tante Yosi datang untuk mengambil uang.


Malam mulai larut, tiba-tiba KRIET suara pintu terbuka. Yeni dan Sari berpura-pura tidur. Sari mengintip dari balik selimut. Itu tante Yosi. Pelan-pelan tante Yosi membuka laci tempat uang disimpan. Ia mengambil amplop uang. Lalu membuka pintu dan Dor……….. teriak Sari dan Yeni. Yeni menyalakan lampu, Sari menarik tangan tante Yosi. Tante Yosi mulai ketakutan. Yeni lari keluar untuk memanggil ayah dan ibu. Sari memegang ke dua tangan tante Yosi. Beberapa saat kemudian, ayah, ibu,dan Yeni datang. Ibu geleng-geleng. Ayah amat heran. Setelah itu Tante Yosi mengaku. ternyata semua uang yang hilang ia ambil. Dengan sebab tertentu. Tante Yosi minta maaf pada semuanya. Esoknya, tante Yosi pulang ke Sukabumi. Setelah tante Yosi pergi ayah bertanya, " Bagaimana cara untuk memastikan bahwa tanteYosi itupencuri, Sar? " " Ah, itu sih hanya kebetulan !" jawab Sari. " Ia, Kak Sari membuat gelang yang berbunyi untuk Tante. Tante memakainya setiap hari. Waktu uang Kak Sari diambil, tidak sengaja gelangnya berbunyi, Yah !" cerita Yeni. "Ah, ada-ada saja!" kata ayah sambil merangkul keluarganya.

BEKASI, SEPTEMBER 2001
        
        
    

KEMBALI KE MENU

KIRIMAN
JEANETTE KARINA
JATIBENING ESTATE
BLOK A6 NO. 10, PONDOK GEDE,
BEKASI 17412
SEKOLAH : SMP ST THERESIA,
KELAS 1 JAKARTA
   


Jadikan sebagai favorit anda (113) | Cuplik artikel ini | Views: 1302

Yang Pertama Memberi Komentar

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
© 2012 TamanKecil.com. Hosted by PINTERhosting.com and powered by Pacific Link