| Si Sombong Dark Blue |
|
|
|
| Ditulis Oleh Khanza Pavita Harsono | ||||||
| Jumat, 07 Januari 2011 | ||||||
|
Di sebuah toko mainan, ada sebuah boneka beruang kecil bernama Dark Blue. Ia biasa dipanggil Dark oleh mainan lainnya. Sebenarnya, Dark adalah boneka yang manis dan sangat lucu. Ia sering jadi bahan rebutan di toko mainan itu, maka ia ditempatkan di rak paling depan. Sayangnya, harga boneka Dark Blue terlalu mahal, sehingga orang-orang kesulitan membelinya. Setiap malam, seluruh mainan di toko mainan itu hidup layaknya manusia. Mereka dapat berbicara satu sama lain. Begitupula dengan Dark Blue. Sayangnya, walaupun manis dan lucu Dark memiliki sifat yang buruk. Sombong. Karena ia boneka paling lucu dan mahal di toko mainan itu, ia jadi meninggikan dirinya, dan merendahkan mainan lain. Karena itu, banyak mainan yang kesal kepadanya. Dark Blue sering berharap ia dibeli oleh seorang yang kaya raya, agar ia bisa hidup kaya raya juga. Namun, ia juga ingin tetap berada di toko mainan itu, agar dapat menguasainya. “Huh, rasanya sepi, ya, tidak ada Beena. Dia boneka yang suka menghibur kita. Andai saja orang yang kemarin, tidak jadi membeli Beena, pasti sekarang kita masih bercanda bersamanya.” Keluh Ully, si boneka ulat. “Hahaha, makanya, kalian harus sepertiku, berharga mahal. Jarang orang mau membeliku. Kalau ada pun, pasti orang yang kaya, dan pasti aku akan hidup enak.” Kata Dark dengan sombongnya. Ully menatap Dark dengan kesal. “Kalau saja, orang itu tidak jadi membeli Beena, dan membelimu, aku akan lebih senang!” Dark tidak peduli dengan perkataan Ully dan terus saja bersikap sombong. Suatu hari, seorang gadis kecil bernama Mia datang ke toko mainan untuk membeli Dark Blue. Mia datang bersama Ayahnya yang seorang pengusaha. Hari itu adalah hari ulangtahun Mia yang keenam, maka ia meminta Ayahnya untuk membelikan hadiah. “Ayah, aku ingin boneka ini. Lucu sekali dia. Aku ingin memeluknya saat tidur nanti,” pinta Mia pada Ayahnya. Ayah Mia melihat harga yang tertempel pada boks tempat Dark Blue dibungkus. “Baiklah. Nona, saya beli yang ini.” Sang pegawai di situ mengambil Dark Blue dan memasukkannya dalam sebuah kantong plastik. Dark Blue senang sekali, pasti sampai di rumah Mia nanti, dia akan hidup nyaman dan bahagia. Saat sampai di rumah, Ayah membolehkan Mia membuka kadonya, dan saat dibuka... “Wah, lucunya! Tapi..... mengapa tangannya miring?!” kata Mia kaget. Ia langsung melempar Dark Blue, dan Ayahnya mengambil boneka Mia. “Iya, ya. Boneka ini cacat, tidak seharusnya toko itu menjual boneka seperti ini. Harusnya dibuang saja ke gudang.” Kata Ayah. “Jangan Ayah. Kembalikan saja ke tokonya.” Usul Mia. Ayah menyetujui usul Mia. Dan akhirnya Dark Blue kembali lagi ke tempat asalnya, toko mainan. Namun bukan di tempat rak terdepan, tapi di gudang. Dark Blue berusaha menyembunyikan lengannya yang cacat, namun beberapa mainan menyadari kecacatan Dark Blue. “Hei, lenganmu cacat, ya? Pantas saja kau dikembalikan lagi.” Kata Ully. “I... Iya....,” kata Dark Blue pelan. Ully berkata dengan puas. “Itulah akibatnya kalau kau sombong.” Dark menyadari perkataan Ully, dan akhirnya, sejak saat itu ia tidak sombong lagi. Jadikan sebagai favorit anda (90) | Cuplik artikel ini | Views: 1060
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|










