| Kapal Laut |
|
|
|
| Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi | ||||||
| Kamis, 04 Desember 2008 | ||||||
|
KAPAL LAUT Hari Senin yang diikuti gerimis hujan, membasahi daerah Medan pada umumnya. Yang mengiringi kepergian opung Tafa yang hendak mengadiri wisuda bundenya di Bandung. Tafa dan orang tua nya ikut mengantar ke Belawan karena opungnya mau naik kapal laut. Namun, kurang beruntung, cuaca tidak mendukung keceriaan si Tafa. Tafa sangat ingin sekali melihat kapal yang berlabuh dan yang berlayar. Kalau memungkinkan mau naik sampan di Belawan. "Ma, kita naik anjungan, yok, ma. Di sini ramai dan kena hujan. Di sini kan tempat orang yang mau naik kapal. Mama pun mengantri di loket untuk memasuki anjungan lantai II. kalau lantai I tempat orang antri yang mau naik kapal. Mama mengluarkan uang sepuluh ribu untuk mendapatkan 2 tiket, yang harganya dua ribu satu tiket/orang. Jadi mama menerima kembalian uangnya enam ribu rupiah. Dengan semangat baja bagaikan tentara yang mau berperang tanpa mengiraukan hiruk pikuk orang dan curahan hujan, Tafa berlari menaiki tangga, yang memang disini tidak ada eskalator ataupun lift. Mama saja kewalahan mengejar Tafa. "Ma, lihat cepat ke sini, wiihh, besar sekali ma, kapalnya, cantik lagi. Ayo, cepetan. "Apaan sih, Tafa, mama kan banyak bawa barang mana bisa lari-lari seperti Tafa. Tafa terus berceloteh di gendongan papanya. Maklum dinding pembatasnya cukup tinggi. Hanya orang dewasa yang dapat melihat ke arah laut / pelabuhan. Dia terus bertanya mengenai kapal yang singgah pas di depan Tafa menunggu. Tuututtttuut! Bunyi yang keluar dari cerobong kapal laut memecahkan keramian di anjungan. Namun, membuat Tafa takut. "Ma, itu apaan, Tafa takut. Tafa meronta minta turun dari gendongan papanya. Terang saja Tafa takut, memang suaranya sangat memekakkan telinga. Mama saja terkejut. "Tafa, lihat itu opung melambaikan tangan ke arah kita. Ayo, kemari, biar papa gendong lagi. Diseberang opung Tafa melambaikan tangannya persis seperti lagu teluk bayur saja. Dan kembali berbunyi... "Ttutuuuutttt!!! Ini bunyi kedua dari cerobong asap kapal. Yang ini lebih memekakkan telinga dan membuat Tafa lebih histeris. Sejak bunyi kedua, Tafa tidak mau lagi melihat, dan malah mengajak pulang. padahal, kapalnya belum berlabuh.
Jadikan sebagai favorit anda (168) | Cuplik artikel ini | Views: 2013
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|










