Komentar Terkini

kaset ps Q...
:cry :cry :cry :cry :cry :cry :cry :cry :cry :cry ...
08/04/11 21:10 More...
By Paulina Tarigas

MENJADI BINTANG
Puisi nya bagus nanti,bikin yang lebih bagus,ya..
08/04/11 20:48 More...
By Paulina Tarigas

MENJADI BINTANG
Kreatif
Waw, bener-bener kreatif ni blognya gan. Bisa untuk tempat c...
03/03/11 22:02 More...
By Wandi Sukoharjo

Pindah Rumah
Wah...sedihnya Aku harus ninggalin rumahku.Tapi aku agak sen...
22/01/11 11:28 More...
By hasna rana fauziyya

Wah,ada kebakaran di daerah ru...
halo.
ehehe, ini renata yang dulu pernah menulis cerita ini. kisah...
04/01/11 22:11 More...
By renata

Sekilas Info

Adik-adik,
TamanKecil.com membuka tempat yang dibuat khusus untuk kalian yang masih duduk di bangku SD ataupun SMP tapi sudah mulai hobi main internet.

Di tempat ini kalian bisa membaca karya kawan-kawan kalian dan bisa mengirimkan karya buatan sendiri berupa tulisan, bisa itu karangan bebas, puisi, pengalaman lucu dan lain-lain.
Cara pengirimannya mudah saja.

  • Login (Jika belum terdaftar, silahkan mendaftar terlebih dahulu.)
  • Klik "Kirim Karya Tulis" pada "Menu Anggota" yang terletak di bagian kiri.
  • Isi Judul, Teks Intro dan Teks Utama.
  • Jika sudah selesai, klik icon yang bergambar disket.

Jika kalian mengalami kesulitan, dapat mengirimkan email ke redaksi tamankecil.com yaitu Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Selamat berkarya. 

 

Form Login

Syndicate

Kapal Laut PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi   
Kamis, 04 Desember 2008

KAPAL LAUT

Hari Senin yang diikuti gerimis hujan, membasahi daerah Medan pada umumnya. Yang mengiringi kepergian opung Tafa yang hendak mengadiri wisuda bundenya di Bandung. Tafa dan orang tua nya ikut mengantar ke Belawan karena opungnya mau naik kapal laut. Namun, kurang beruntung, cuaca tidak mendukung keceriaan si Tafa.  Tafa sangat ingin sekali melihat kapal yang berlabuh dan yang berlayar. Kalau memungkinkan mau naik sampan di Belawan.

"Ma, kita naik anjungan, yok, ma. Di sini ramai dan kena hujan. Di sini kan tempat orang yang mau naik kapal.

Mama pun mengantri di loket untuk memasuki anjungan lantai II. kalau lantai I tempat orang antri  yang mau naik kapal. Mama mengluarkan uang sepuluh ribu untuk mendapatkan 2 tiket, yang harganya  dua ribu satu tiket/orang. Jadi mama menerima kembalian uangnya enam ribu rupiah.

Dengan semangat baja bagaikan tentara yang mau berperang tanpa mengiraukan hiruk pikuk orang dan curahan hujan, Tafa berlari menaiki tangga, yang memang disini tidak ada eskalator ataupun lift. Mama saja kewalahan mengejar Tafa.

"Ma, lihat cepat ke sini, wiihh, besar sekali ma, kapalnya, cantik lagi. Ayo, cepetan.

"Apaan sih, Tafa, mama kan banyak bawa barang mana bisa lari-lari seperti Tafa.

Tafa terus berceloteh di gendongan papanya. Maklum dinding pembatasnya cukup tinggi. Hanya orang dewasa yang dapat melihat ke arah laut / pelabuhan. Dia terus bertanya mengenai kapal yang singgah pas di depan Tafa menunggu.

Tuututtttuut! Bunyi yang keluar dari cerobong kapal laut memecahkan keramian di anjungan. Namun, membuat Tafa takut.

"Ma, itu apaan, Tafa takut.  Tafa meronta minta turun dari gendongan papanya. Terang saja Tafa takut, memang suaranya sangat memekakkan telinga. Mama saja terkejut.

"Tafa, lihat itu opung melambaikan tangan ke arah kita. Ayo, kemari, biar papa gendong lagi. Diseberang opung Tafa melambaikan tangannya persis seperti lagu teluk bayur saja. Dan kembali berbunyi...

"Ttutuuuutttt!!! Ini bunyi kedua dari cerobong asap kapal. Yang ini lebih memekakkan telinga dan membuat Tafa lebih histeris. Sejak bunyi kedua, Tafa tidak mau lagi melihat, dan malah mengajak pulang. padahal, kapalnya belum berlabuh.

 

 

 

 


Jadikan sebagai favorit anda (168) | Cuplik artikel ini | Views: 2013

Yang Pertama Memberi Komentar

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
© 2012 TamanKecil.com. Hosted by PINTERhosting.com and powered by Pacific Link