| KELINCI |
|
|
|
| Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi | ||||||
| Kamis, 04 Desember 2008 | ||||||
|
KELINCI "Tafa, tulang bawa seekor kelinci. Cantik dan imut-imut, lagi."kata Ucok, tulangnya si Tafa, adik atau abang dari ibu kita. Kelinci yang dipegang tulang Tafa meronta-ronta untuk turun, dan hzzzpp...dengan gesitnya sudah kabur dari genggaman Ucok, tulang si Tafa. He...he...cantik sekali, ayo kemari, mau lari kemana kamu,"kata Tafa mengejar kelincinya yang sudah sembunyi dibawah kolong lemari makan. Mama yang lagi sibuk di dapur jadi ikutan bergabung melihat tingkah si Tafa yang lucu mengejar kelinci. Mari mama bantu menangkapnya. Tidak beberapa lama kelinci sudah berada dalam pelukan si Tafa. "Tafa, bila mempunyai peliharan harus mau capek-capek memberi makan dan merawatnya,ya. Jangan mama atau tulang yang jadi korban. Kalau setuju, Tafa boleh memilikinya, bagaimana?kata mama meminta persetujuan Tafa. "Ok, Bos! Tafa siap menjadi orangtua asuh kelinci. Oh, ya siapa ya ma, namanya? "Bagaimana kalau namanya kita beri si Dobi. Cukup bagus mama rasa. "Yeap, Tafa setuju. Terima kasih ya, ma, muachh, mama cantik deh..... Sudah seminggu, Tafa memiliki si Dobi. Dia tetap semangat untuk memberi makan dan merawatnya, malah dia tidak lelah untuk menjaga kotak perseginya. Kotak perseginya itu terbuat dari kayu bekas yang dibuat oleh ayah Tafa, untuk rumah si Dobi. Selasa sore, tulang Tafa memberinya lagi seekor kelinci betina, atas permintaan Tafa, biar tidak kesepian si Dobinya, tulang, begitu katanya. Kelinci betina, diberi nama si putih oleh tulangnya, karena kulitnya putih bersih. "Makin bertambah deh, tugas Tafa jadinya. Mama, jadi asisten Tafa, ya. Tafa kan masih anak-anak harus ada asistennya dalam bekerja. "Baiklah, bos! Mama siap membantu. Tapi, jangan sibuk dengan peliharaan lupa akan kewajiban rumah dan belajar."nasehat mama. Sebulan sudah berlalu, si Dobi dan si putih bertambah besar dan sehat. Tafa sangat rajin dan tekun merawat mereka. Akan tetapi, pada hari Rabu pagi, si Dobi dibawa oleh tulangnya ke kampus. Tulang Tafa seorang mahasiswa kedokteran di univ. negeri di medan. Tafa tidak rela, si Dobi dibawa pergi oleh tulangnya. Dia meronta dan menjerit, meminta si Dobi dikembalikan Semangat Tafa untuk merawat si putih jadi berkurang. Malah, pernah sehari tidak diberi makan. Pikirannya masih sedih tentang kepergian si Dobi. Hingga akhirnya, siputihpun mengikuti jejak si Dobi. Tentu saja, ini membuat si Tafa terpukul. Dia tidak mau lagi ada peliharaan terutama yang namanya kelinci. Mama, berinisiatif membelikannya buku cerita kelinci pengganti si Dobi dan si putih. Tapi, mama yang jadi tambah kerjaan. Setiap pagi dan sore, mama harus membacakan buku cerita tersebut. Sampai kucel lo, bukunya. Namun, mama senang, karena senyum Tafa kembali bersinar.
Jadikan sebagai favorit anda (125) | Cuplik artikel ini | Views: 2184
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|





