Komentar Terkini

kaset ps Q...
:cry :cry :cry :cry :cry :cry :cry :cry :cry :cry ...
08/04/11 21:10 More...
By Paulina Tarigas

MENJADI BINTANG
Puisi nya bagus nanti,bikin yang lebih bagus,ya..
08/04/11 20:48 More...
By Paulina Tarigas

MENJADI BINTANG
Kreatif
Waw, bener-bener kreatif ni blognya gan. Bisa untuk tempat c...
03/03/11 22:02 More...
By Wandi Sukoharjo

Pindah Rumah
Wah...sedihnya Aku harus ninggalin rumahku.Tapi aku agak sen...
22/01/11 11:28 More...
By hasna rana fauziyya

Wah,ada kebakaran di daerah ru...
halo.
ehehe, ini renata yang dulu pernah menulis cerita ini. kisah...
04/01/11 22:11 More...
By renata

Sekilas Info

Adik-adik,
TamanKecil.com membuka tempat yang dibuat khusus untuk kalian yang masih duduk di bangku SD ataupun SMP tapi sudah mulai hobi main internet.

Di tempat ini kalian bisa membaca karya kawan-kawan kalian dan bisa mengirimkan karya buatan sendiri berupa tulisan, bisa itu karangan bebas, puisi, pengalaman lucu dan lain-lain.
Cara pengirimannya mudah saja.

  • Login (Jika belum terdaftar, silahkan mendaftar terlebih dahulu.)
  • Klik "Kirim Karya Tulis" pada "Menu Anggota" yang terletak di bagian kiri.
  • Isi Judul, Teks Intro dan Teks Utama.
  • Jika sudah selesai, klik icon yang bergambar disket.

Jika kalian mengalami kesulitan, dapat mengirimkan email ke redaksi tamankecil.com yaitu Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Selamat berkarya. 

 

Form Login

Syndicate

spacetoon
Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi   
Minggu, 07 Desember 2008

"Spacetoon!spacetoon, mi. Jangan diganti."teriak Tafa ketika di melihat umminya menggantikan chanel tv. Sejak kehadiran spacetoon dalam pertelevision di Indonesia, Tafa kecanduan melihat siarannya.

Pernah deh, Tafa sama ayahnya atau sama umminya berebut remote untuk menghidupkan chanel yang disukai. Namun tetap aja deh, spacetoon yang menang.

Setiap malam, pasti kawan tidurnya spacetoon. Setelah lelap tertidur, barulah tv nya dimatikan. Pernah jam 3 pagi, dia terbangun dan ...

"Mi, hidup tv, pasang spacetoon!kata Tafa namun matanya terpejam.

"Belum siaran dia, nak. sekarang masih pagi. tidur lagi, ya

Namun, tafa tetap ngotot nonton spacetoon. Terpaksa deh, dihidupkan ummi, dan terlihatlah semut-semut kecil didalam tv alis belum siaran. Eh, pas dihidupkan, Tafanya malah lelap tertidur.

Komentar (6) | Jadikan sebagai favorit anda (176) | Cuplik artikel ini | Views: 2783

 
Kapal Laut
Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi   
Kamis, 04 Desember 2008

KAPAL LAUT

Hari Senin yang diikuti gerimis hujan, membasahi daerah Medan pada umumnya. Yang mengiringi kepergian opung Tafa yang hendak mengadiri wisuda bundenya di Bandung. Tafa dan orang tua nya ikut mengantar ke Belawan karena opungnya mau naik kapal laut. Namun, kurang beruntung, cuaca tidak mendukung keceriaan si Tafa.  Tafa sangat ingin sekali melihat kapal yang berlabuh dan yang berlayar. Kalau memungkinkan mau naik sampan di Belawan.

"Ma, kita naik anjungan, yok, ma. Di sini ramai dan kena hujan. Di sini kan tempat orang yang mau naik kapal.

Mama pun mengantri di loket untuk memasuki anjungan lantai II. kalau lantai I tempat orang antri  yang mau naik kapal. Mama mengluarkan uang sepuluh ribu untuk mendapatkan 2 tiket, yang harganya  dua ribu satu tiket/orang. Jadi mama menerima kembalian uangnya enam ribu rupiah.

Dengan semangat baja bagaikan tentara yang mau berperang tanpa mengiraukan hiruk pikuk orang dan curahan hujan, Tafa berlari menaiki tangga, yang memang disini tidak ada eskalator ataupun lift. Mama saja kewalahan mengejar Tafa.

"Ma, lihat cepat ke sini, wiihh, besar sekali ma, kapalnya, cantik lagi. Ayo, cepetan.

"Apaan sih, Tafa, mama kan banyak bawa barang mana bisa lari-lari seperti Tafa.

Tafa terus berceloteh di gendongan papanya. Maklum dinding pembatasnya cukup tinggi. Hanya orang dewasa yang dapat melihat ke arah laut / pelabuhan. Dia terus bertanya mengenai kapal yang singgah pas di depan Tafa menunggu.

Tuututtttuut! Bunyi yang keluar dari cerobong kapal laut memecahkan keramian di anjungan. Namun, membuat Tafa takut.

"Ma, itu apaan, Tafa takut.  Tafa meronta minta turun dari gendongan papanya. Terang saja Tafa takut, memang suaranya sangat memekakkan telinga. Mama saja terkejut.

"Tafa, lihat itu opung melambaikan tangan ke arah kita. Ayo, kemari, biar papa gendong lagi. Diseberang opung Tafa melambaikan tangannya persis seperti lagu teluk bayur saja. Dan kembali berbunyi...

"Ttutuuuutttt!!! Ini bunyi kedua dari cerobong asap kapal. Yang ini lebih memekakkan telinga dan membuat Tafa lebih histeris. Sejak bunyi kedua, Tafa tidak mau lagi melihat, dan malah mengajak pulang. padahal, kapalnya belum berlabuh.

 

 

 

 

Yang Pertama Memberi Komentar | Jadikan sebagai favorit anda (168) | Cuplik artikel ini | Views: 2013

 
KELINCI
Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi   
Kamis, 04 Desember 2008

KELINCI

    "Tafa, tulang bawa seekor kelinci. Cantik dan imut-imut, lagi."kata Ucok, tulangnya si Tafa, adik atau abang dari ibu kita. Kelinci yang dipegang tulang Tafa meronta-ronta untuk turun, dan hzzzpp...dengan gesitnya sudah kabur dari genggaman Ucok, tulang si Tafa.

    He...he...cantik sekali, ayo kemari, mau lari kemana kamu,"kata Tafa mengejar kelincinya yang sudah sembunyi dibawah kolong lemari  makan.

    Mama yang lagi sibuk di dapur jadi ikutan bergabung melihat tingkah si Tafa yang lucu mengejar  kelinci. Mari mama bantu menangkapnya. Tidak beberapa lama kelinci sudah berada dalam pelukan si Tafa.

"Tafa, bila mempunyai peliharan harus mau capek-capek memberi makan dan merawatnya,ya. Jangan mama atau tulang yang jadi korban. Kalau setuju, Tafa boleh memilikinya, bagaimana?kata mama meminta persetujuan Tafa.

  "Ok, Bos! Tafa siap menjadi orangtua asuh kelinci. Oh, ya siapa ya ma, namanya?

  "Bagaimana kalau namanya kita beri si Dobi. Cukup bagus mama rasa.

  "Yeap, Tafa setuju. Terima kasih ya, ma, muachh, mama cantik deh..... Smile

Sudah seminggu, Tafa memiliki si Dobi. Dia tetap semangat untuk memberi makan dan merawatnya, malah dia tidak lelah untuk menjaga kotak perseginya. Kotak perseginya itu terbuat dari kayu bekas yang dibuat oleh ayah Tafa, untuk rumah si Dobi.

Selasa sore, tulang Tafa memberinya lagi seekor kelinci betina, atas permintaan Tafa, biar tidak kesepian si Dobinya, tulang, begitu katanya. Kelinci betina, diberi nama si putih oleh tulangnya, karena kulitnya putih bersih.

  "Makin bertambah deh, tugas Tafa jadinya. Mama, jadi asisten Tafa, ya. Tafa kan masih anak-anak harus ada asistennya dalam bekerja.

  "Baiklah, bos! Mama siap membantu. Tapi, jangan sibuk dengan peliharaan lupa akan kewajiban rumah dan belajar."nasehat mama.

Sebulan sudah berlalu, si Dobi dan si putih bertambah besar dan sehat. Tafa sangat rajin dan tekun merawat mereka. Akan tetapi, pada hari Rabu pagi, si Dobi dibawa oleh tulangnya ke kampus. Tulang Tafa seorang mahasiswa kedokteran di univ. negeri di medan.

Tafa tidak rela, si Dobi dibawa pergi oleh tulangnya. Dia meronta dan menjerit, meminta si Dobi dikembalikanCry. Namun, yang terjadi tidak bisa diulang kembali. Dobi telah menjadi contoh percobaan tulangnya dikampus.

Semangat Tafa untuk merawat si putih jadi berkurang. Malah, pernah sehari tidak diberi makan. Pikirannya masih sedih tentang kepergian si Dobi. Hingga akhirnya, siputihpun mengikuti jejak si Dobi. Tentu saja, ini membuat si Tafa terpukul. Dia tidak mau lagi ada peliharaan terutama yang namanya kelinci.

Mama, berinisiatif membelikannya buku cerita kelinci pengganti si Dobi dan si putih. Tapi, mama yang jadi tambah kerjaan. Setiap pagi dan sore, mama harus membacakan buku cerita tersebut. Sampai kucel lo, bukunya. Namun, mama senang, karena senyum  Tafa kembali bersinar.Smile

 

 

Yang Pertama Memberi Komentar | Jadikan sebagai favorit anda (125) | Cuplik artikel ini | Views: 2185

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 43 - 49 dari 66
© 2012 TamanKecil.com. Hosted by PINTERhosting.com and powered by Pacific Link